Indonesia Ha Mada Ganbatteimasu

Indonesia mpenemu dan pemilik paten 4Gasih berusaha dan berjuang, itulah penjelasan dari Prof. Dr. Khoirul Anwar ketika di tanya orang-orang saat memberikan ceramah tentang Indonesia di luar negeri. Sungguh jawaban yang manis dari seorang ilmuwan muda asal Kota Tahu Kediri Jawa Timur. Penemu dan pemilik hak paten atas risetnya dalam bidang telekomunikasi modern. Teknologi 4G (Generasi ke empat) dalam dunia telekomunikasi dengan berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Teknologi generasi ke Empat dalam dunia telokomunikasi merupakan pengembangan dari teknologi 3G sebelumnya. Dimana teknologi ini mampu memanfaatkan energi yang hilang maupun yang tertahan untuk melenyapkan distorsi data akibat interfensi gelombang dengan alat yang namanya Turbo Equalizer (dekoder Turbo).

Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.

Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa di isi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

“GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia,” kata Khoirul.

Disamping kesibukannya bekerja pada laboratorium Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang, beliau sering di daulat untuk memberikan ceramah tentang kebudayaan Masyarakat Indonesia. Nah ketika menjelaskan kondisi Indonesia pada dunia internasional, terlebih soal yang negatif beliau menjelaskanya secara diplomatis.

Hasil penelitiannya mengantarkan dirinya menjadi orang penting di Jepang dan dunia. Karena anggapan sebelumnya yang tidak mungkin terjadi ketika sin

yal dikirim tanpa pelindung karena akan terjadi tabrakan ferkuensi yang luar biasa. Kegemarannya terhadap penelitian di mulai sejak dia SMA, dimana beliau melakukan percobaan terhadap burung kesayangannya yang mati. Teknik pembalseman yang dilakukan pada mayat Fir’aun di Mesir di praktekkan dengan melumuri tubuh burung kesayangannya dengan balsem gosok. Al hasil percobannya tersebut gagal total, nah menurut berbagai cerita dari sinilah beliau terlecut semangatnya untuk melakukan eksperimen terhadap sesuatu.

Pelajaran terpenting dari seorang Khoirul Anwar adalah tidak mudah menyerah pada kondisi serba keterbatasan. Di mana dia kecil lahir dari Ibu Bapak Petani yang keduanya tidak lulus SD. Tapi semangatnya untuk merubah nasib, sepertinya menjadi teladan penting bagi anak-anak negeri ini. Dan setelah meraih apa yang di dapat Beliau masih ingat kampung halamannya dan ingin melakukan sesuatu yang baik buat perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Sukses ya Prof. Trimakasih Atas Inspirasinya.

sumber: di oleh dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *