Cari Uang Dengan Modal Kredibilitas

Jangan sampai Anda kayak kawan saya ya. Temen saya ini bener-bener kurang pandai bersyukur deh, masa dia katakan bahwa dia Tidak punya modal sama sekali untuk memulai usaha. Padahal sangat jelas dimata bahwa temen itu punya segala yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Temen saya itu punya segalanya kok. Dia punya waktu, tenaga, kreatifitas, semangat, dengkul, punya banyak temen juga, dia juga termasuk orang yang rajin dan tidak malas banget, buktinya tuh rajin komplain, hehe. Jadi sebenarnya yang dia (temen tersebut) masih kurang saat ini apa ya? UANG, ya, hanya yang ini, hehe. Baca ulang ya, ada modal temen, kepercayaan, relasi, semangat, tekad, gigih, tekun, dan sebagainya. Yang bentuknya uang kan hanyalah sebagian kecil saja. betul kan ?.

Kalau mau jujur sebenarnya kita semua sudah dibekali dengan banyak sekali modal. Masalahnya adalah mengapa kita mengatakan tidak? Nampaknya kita tidak ingat akan apa yang sesungguhnya sudah dikaruniakan untuk kita. Jelas sekali kalo menurut agama yang saya anut, Rejeki kita akan ditambah ketika kita selalu dan dengan disiplin bersyukur. Sepertinya yang baik kita kerjakan sejak kini adalah semakin banyak bersyukur deh, sehiTidak modal lain yang telah telah kita terima yang jumlahnya sangat banyak tadi pun pada akhirnya akan diikuti oleh modal uang juga. Bila kita gunakan modal-modal yang selain uang maka modal yang berbentuk uang pun akan jadi lebih mudah kita peroleh. Setuju ya rekans ?.

Coba kita tegaskan sekali lagi ya. Katakanlah bahwa uang memang tetaplah diperlukan sebagai modal untuk usaha, tetapi sangat jelas bahwa uang tidak berarti modal satu-satunya rekans. Yang kerap terjadi itu gini, seandainya saja kita dengan benar sudah mengoptimalkan modal yang bukan uang itu, katakanlah sejak dulu kita banyak sekali temen, kita juga dapat dipercaya, selain itu kita pun rajin sekali dalam arti yang luas, selain itu kita pun sering bersyukur, ditambah lagi kita juga termasuk orang yang dapat diandalkan kegigihannya, dan kita juga sanggup bekerja keras. Seandainya semua itu sudah kita lakukan dari dulu ya. Maka seharusnyalah, kalau hari ini kita sudah ada modal uang yang mencukupi. Kalau begitu yuk manfaatkan modal yang bukan uang tersebut sebaik mungkin, agar kita lebih mudah di masa depan nanti.

Setelah membaca sampai di sini semoga Anda sudah sangat mengerti ternyata Modal yang sudah ada pada Anda pun ada banyak. Kalo modal yang berbentuk uang saya rasa jika Anda secara sekama mengusahakannya maka Anda pun pasti ada. Kita optimalkan modal seperti semangat, kerja keras, modal berani, modal bisa mandiri, modal sering bertanya, dan sebagainya. Bisnis MLM selalunya modal uangnya tidak perlu besar namun demikian modal yang non uanglah yang perlu justru lebih besar. Mungkin Anda ingin mengoptimalkan modal non uang tersebut dalam bisnis. MLM yang luar biasa keren itu ada di sini: BisnisAbe.com

Jangan Terlalu Lama Menunda Untuk Mengambil Suatu Peluang

Kalau Ada peluang usaha yang melintas di depan kita, sabet saja segera, terutama kalo peluang tersebut sesuai alias cocok untuk kita kawan. Benar atau betul?. Ada sih tandanya kalo suatu peluang usaha itu pas buat kita misalnya kita senang dengan peluang usaha tersebut. Selain cocok dengan selera kita, tentu juga kita ada waktu untuk menjalankannya. Tanda kecocokan lainnya selain kita merasa cocok misalnya kita juga punya dana atau anggaran atau budget yang tersedia untuk menggarap peluang usaha tersebut.

Kalau kondisinya sudah seperti diatas maka saya rasa peluang usaha tersebut harus kita sabet segera. Kan tak perlu menunda hingga hari esok apa yang dapat kita kerjakan sekarang.

Of course dong, perlu juga untuk berorientasi hasil ya. Dengan berorientasi pada hasil yang dapat terus meningkat maka kita tidak akan diserang dengan cepat oleh rasa bosan. Bosan berusaha sering diakibatkan karena hasil yang tak kunjung membaik.

Semoga Anda lekas mendapatkan peluang bisnis yang bagus dan cocok dengan Anda.

Pada bagian akhir posting ini, Anda mungkin ingin sukses dalam bisnis produk herbal Indonesia satu ini: ABEMU