Kongres EAROPH Ke 24 di Jakarta Indonesia

Diskusi Persiapan Kongres EAROPH ke 24
Diskusi Persiapan Kongres EAROPH ke 24

Kawasan perkotaan di wilayah Asia Pasifik merupakan wilayah yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi di dunia. Fakta ini diikuti oleh berbagai persoalan perkotaan yang muncul di kawasan tersebut seperti kemiskinan, kawasan kumuh, kualitas infrastruktur dan lain sebagainya.

Kondisi kota-kota dunia akan dibahas para walikota dan pimpinan daerah dalam Kaukus Walikota EAROPH (Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements) pada tanggal 10-13 Agustus 2014. Para walikota dan pemimpin daerah kawasan Asia Pasifik dan nusantara akan hadir dan direncanakan akan menghasilkan sikap pandangan dan posisi para Walikota dalam tata kelola kota-kota menuju kota SMART dan berketahanan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia Bernardus Djonoputro (5/4).

Pelaksanaannya sendiri, tambah Bernardus, sekaligus dalam rangka Indonesia akan menjadi tuan rumah 24th EAROPH World Congress dengan mengambil tema “Towards Resilient and Smart Cities: Innovation, Planning and Determination in Managing Major Cities of the World”. “Berbagai hasil penelitian juga menunjukan kawasan perkotaan di dunia rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Kota-kota dunia memerlukan penanganan multidimensi dengan pendekatan manajemen pembangunan kota yang inovatif,”tambah Bernardus.

Dalam upaya membangun kesadaran bersama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan perkotaan, terutama meningkatkan ketahanan kota, maka diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk merumuskan langkah bersama lintas negara dan pemangku kepentingan. “Kaukus Walikota penting sebagai wahana memberikan peluang kepada para pemimpin kota untuk saling bertukar pengalaman, terutama karena Walikota merupakan pemimpin dan ujung tombak dalam mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan di dunia” tuturr Bernardus.

Kaukus yang dipimpin oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dan co-leader M. Ramdan Pomanto, Walikota Makassar ini mengajak para walikota dan pimpinan daerah untuk mencari cara-cara baru dalam mengelola perkotaan di masa depan. Diharapkan dari konferensi ini akan muncul gagasan-gagasan segar, baik tingkat konseptual maupun praktis, tentang pengelolaan kota yang berbasis teknologi dan berketahanan.

Walikota ternama yang akan hadir termasuk Walikota Bilbao, Ibon Aresso, yang berhasil membangun kota yang inklusif; CEO Otoritas Regional Iskandar Malaysia, Dato Ismail Ibrahim; Bupati Bojonegoro H. Suyoto Msi, Walikota Bandung Ridwan Kamil; Walikota Surabaya Tri Rismaharini; Bupati Wakatobi Hugua; dan lain lain. Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi DKI Jakarta Iwan Henri Wardana menegaskan bahwa Indonesia sebagai bagian penting sistem kota-kota regional memberikan komitmen untuk mendukung usaha-usaha nyata dalam perencanaan dan pembangunan kota yang berketahanan dan SMART. “ Dan Jakarta sebagai barometer, akan berbagi pengalaman yang mumpuni dalam mendesain kebijakan pembangunan kota berkelanjutan”. Tambah Iwan. Dalam pertemuan pemangku kepentingan kota dunia, juga akan dilansir Indonesia Most Livable City Index oleh Ikatan Ahli Perencanaan. Kenyaman dan Livability kota-kota Indonesia akan dibahas secara khusus dalam kegiatan ini.

“Mengacu pada MLCI di 2009 dan 2011, dimana hampir 50% penduduk kota Indonesia merasa bahwa kota nya tidak nyaman dihuni. Hal ini di tidak berubah banyak dalam 5 tahun terakhir. MLCI di tahun 2014 akan melihat kembali kondisi ini, dan diharapkan menjadi referensi bagi para Walikota dalam menyusun prioritas programnya ke depan” ungkap Bernardus.

Sumber: PU.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *