Memahami Rezeki (bagian 2) : Rezeki Hamba Sholeh (Waliyullah)

Wali Songo : Penyebar Islam di Indonesia
Wali Songo : Penyebar Islam di Indonesia

Bagi seseorang yang dekat dengan Allah, tidak ada kesulitan apapun mengenai hal duniawi. Kapanpun dan dimanapun orang sholeh tersebut minta pasti akan dikasih. Hal ini bisa kita petik hikmah dari cerita santri Hadrotus Syaik KH. Kholil Bangkalan yang menyaksikan bagaimana KH. Kholil mendapatkan ikan laut yang besar-besar dengan hanya memasang perangkap (semacam pancing) di halaman pondok pesantrennya.

Cuplikan ceritanya begini; pada suatu malam setelah acara pertemuan dengan warga masyarakat Bangkalan Kyai Kholil mengundang peserta yang hadir untuk ikut syukuran di pesantrennya karena rapatnya berjalan sukses. Selang dua hari tamu-tamu sudah berdatangan di pesantren Kyai Kholil. Karena Kyai Kholil tidak bilang ke Bu Nyai kalau mau ada acara sykuran, Bu Nyai jadi tidak ada persiapan apa-apa. Karena kebingungannya Bu Nyai akhirnya memanggil santri, dengan nada marah Bu Nyai bilang “hai santri biar tamu-tamunya di urus sendiri sama Kyai. Mendengar Istrinya marah karena tidak ada hidangan apapun yang disiapkan Kyai Kholil memanggil santrinya untuk mengambilkan benang dan paku. Dengan cekatan Kyai Kholil membuat semacam perangkap ikan dari paku yang diikatkan pada benang secara berjajar. Setelah dirasa cukup, si santri diminta membentangkan perangkap tersebut di halaman pesantren. Sejurus kemudian dengan ijin Allah halaman kering kerontang tersebut bak lautan yang dipenuhi ikan-ikan besar. Dan perangkap yang dipasang santri akhirnya mendapatkan ikan yang banyak dan besar-besar. Setelah dirasa cukup hasil tangkapannya Kyai Kholil menyuruh santri mengangkat keranjang yang penuh dengan ikan ke dapur. Tentunya Bu Nyai menjadi senang karena ada bahan yang bisa di masak dan dihidangkan.

Cerita ini saya ambil dari buku yang di tulis Syaifur Rahman. Judul bukunya adalah Surat Kepada Anjing Hitam, Biografi dan Karomah Syaichonah Cholil Bangkalan.

Cerita tadi mengandung hikmah yang luar biasa bagi kita umat Islam. Bahwa janji Allah itu pasti benar, PASTI BENAR. Maka apabila seseorang itu mencapai derajat kewalian, tentu baginya urusan duniawi (harta) adalah sangat mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Saya kira penulis juga pernah mendengar cerita kalau Rasulullah pernah di tawari Allah Emas se gunung Uhud. Tetapi apa jawaban Rasulullah, beliau menolaknya. Rasulullah tidak membutuhkan itu (harta yang banyak) tetapi yang beliau harapakan adalah ampunan dan perlindungan Allah SWT.

Janji Allah itu benar. Hal ini terbukti dengan cerita Kyai Kholil di atas, bahwa sesuatu yang menurut akal manusia tidak mungkin bagi Allah tidak ada sesuatupun yang tidak mungkin. Allah akan memberikan rezeki bagi hambanya yang di kehendaki dari sesuatu yang tidak disangka sebelumnya. Dan cerita-cerita seperti Kyai Kholil yang saya nukil di atas banyak dialami oleh hamba-hamba Allah yang lainnya. Allah akan memberikan rezeki yang berlimpah pada hamba-hambanya yang Dia kehendaki walaupun hamba tersebut taat atau ingkar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *