Peta Lokasi Kegiatan Penas 14 Malang

Peta Lokasi Penas 14 Kabupaten Malang Jawa Timur
Peta Lokasi Penas 14 Kabupaten Malang Jawa Timur

Peta diatas menunjukkan berbagai tempat penyelenggaraan kegiatan PENAS XIV yang dimulai tanggal 7-12 Juni 2014. Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota KTNA se Indonesia, perwakilan petani dan kelompok tani dari negara tetangga dan delegasi dari kementrian pertanian. Pemusatan kegiatan yang diletakkan di Stadiun Kanjuruhan merupakan tempat yang representatif untuk mengumpulkan puluhan ribu undangan.

Menurut sumber dari beberapa media online bahwa pembukaan acara Penas 14 Kabupaten Malang akan dibuka langsung oleh Presiden RI Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini merupakan anugerah tersendiri bagi warga Kabupaten Malang. Semoga acara seremonial tiga tahunan ini membawa dampak positif bagi petani seluruh Indonesia dan warga sekitar lokasi kegiatan.

Sumber Peta Lokasi Penas 14 Malang diatas diambil dari Litbang Deptan Jatim

Peta Kegiatan Magang Penas 14 Malang

Peta logasi Magang Penas 14 Malang
Peta Lokasi Magang Penas 14 Malang

Gambar Peta diatas merupakan lokasi yang digunakan peserta Pekan Nasional Petani Nelayan Seluruh Indonesia untuk magang. Magang disini dimaksudkan untuk memaksimalkan kegiatan supaya peserta melihat obyeknya langsung. Hampir semua kecamatan yang ada di Kabupaten Malang menjadi tempat magang peserta PENAS 14 yang mencapai puluhan ribu orang.

Sumber Peta Magang Penas 14 Malang diambil dari Litbang Deptan Jatim

 

Suami Menurut Abu Fatiah Al Adnani

sujud aktifitas gerak terbaikSebuah broadcast BBM seorang teman mencatat  “kerelaan suami yang berbuah surga bagi istri” yang dikutip dari tulisan Abu Fatiah Al Adnani. Catatan kecil ini menggugah kesadaran saya secara pribadi bahwa prilaku saya sebagai suami masih jauh dari apa yang ditulisankan dalam broadcast ini. Maafkan anakmu wahai emak….bapak…

Pertama, seorang suami yang dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup begitu ketika dewasa dan beristri dia tinggalkan begitu saja. Dia memilih lebih mencintai istrinya yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidup. Bahkan seringkali rasa cintanya itu lebih besar terhadap istrinya daripada cintanya kepada ibunya sendiri. Dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh KH Anwar Zahid mengungkapkan bahwa “cintanya ibu (orang tua) ke anak itu sebesar kelapa, semantara cintanya anak ke orang tua itu cuma sebesar upo. Banyak riwayat-riwayat lain yang bisa kita teladani dari cerita hubungan anak dengan orangtua dan hubungan orang tua dengan anak. Uwais Al Qorni adalah contoh sukses bagaimana peran anak, bakti seorang anak kepada orang tua. Bagaimana dengan contoh yang tidak sukses? banyak….bahkan sebutan anak durhaka lebih sering kita dengar daripada anak yang shaleh. semoga kita bukan bagian dari yang tidak sukses…amin.

Kedua, suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung kebutuhannya oleh orang tuanya hingga ia dewasa. Namun, sebelum ia mampu membalas baktinya dia sudah berikrar untuk menafkahi istrinya, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah. Tidak seberti Ayah dan Ibunya yang punya ikatan darah terhadap dirinya. Yang ikatan itu tidak terputus oleh jarak, ruang dan waktu. Sampai kapanpun orang tua terhubung dengan anak, anak belum tentu nyambung dengan orang tua. Kita pernah dengar pepatah “sebuas-buasnya harimau tidak akan memakan anaknya sendiri”. Namun sekarang sering kita dengar orang tua yang terlantar, orang tua yang tidak diakui oleh anaknya sendiri. Na’udzubillahi min dzalik…..

Ketiga, suami rela menghabiskan waktu untuk mencukupi kebutuhan anak-anak serta istrinya. Padahal dia tau, di sisi Allah itu istrinya lah yang harus lebih dihormati oleh anak-anaknya daripada dirinya. Tidak pernah sekalipun dia iri karena sebab ia mencintainya dan berharap istrinya itu mendapatkan yang lebih baik darinya di sisi Allah SWT.

Keempat, suami berusaha menutupi masalahnya dihadapan istri dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan istri terbiasa mengadukan masalahnya dengan harapan suami mampu memberi solusi. Padahal bisa saja disaat istri mengadu itu dia memiliki masalah yang lebih besar.

Kelima, suami berusaha memahami bahasa diam dan bahasa tangis istri, sedangkan istri kadang hanya mampu memahami bahasa lisannya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Keenam, bila istri melakukan maksiat, maka suami akan ikut menanggung dosanya. Namun bila suami melakukan maksiat, istri tidak akan ikut menanggung dosa suaminya. Apa yang diperbuat oleh suami akan dipertanggungjawabkan sendiri.

Ketujuh, suami wajib membagi penghasilan dari perasan keringatnya dengan istri dan anak-anaknya sebagai tanggungjawab pada keluarga, meskipun istri memiliki penghasilan sendiri. Sementara istri tidak berkewajiban mencari nafkah bagi keluarga.

Demikian catatan dari buku yang ditulis oleh Abu Fatiah Al Adnani, semoga bisa menambah perbendaharaan ilmu terutama bab keluarga. Trimakasih

JANGAN MEMBATASI PIKIRAN ANDA

impossible is nothingSeorang sahabat yang memiliki hobi memancing suatu saat mengajak saya pergi ke suatu pantai kecil di Bali. Meskipun saya tidak suka memancing namun berbicara dan berbagi dengan sahabat saya adalah kegiatan yang menyenangkan. Ketika sedang menunggu ikan di kail kami, tiba –tiba saya dikejutkan oleh seorang bapak yang terlihat dari jauh sedang memancing dan mendapatkan seekor ikan besar, sambil teriak sang bapak meloncat berkata “ saya dapat ikan besar”. Saya menatap dan ikut senang namun keheranan saya semakin menjadi ketika bapak ini akhirnya melepaskan ikan besar tersebut ke laut. Sayapun berpikir keras, apa yang ada dalam pikiran sang bapak dalam hati saya. Tidak sempat berpikir lama, saya dikagetkan lagi dengan prilaku sang bapak yang berhasil menangkap ikan besar lagi dan ia teriak seperti tadi namun ia pun akhirnya membuang ikan besar itu lagi. Sudah dua kali ia melakukanya dalam hati saya, apakah ia akan membuang setiap ikan besar yang ia pancing, maka mata saya tertarik dengan apa yang bapak ini lakukan, ternyata apa yang saya pikirkan benar, sang bapak membuang ikan-ikan besar yang ia dapatkan, dan hanya ikan kecil yang ia akan bawa pulang.

Rasa penasaran saya semakin menjadi, saya mengajak teman saya untuk mendekati bapak tersebut dan mencari tahu apa yang sebenanarnya ia lakukan. Saya bertanya “Pak, mengapa bapak membuang semua ikan besar yang bapak dapatkan ?” kata saya. “Padahal semua pemancing mengharapkan mendapatkan ikan seperti yang bapak dapatkan” lanjut saya. Lalu sang bapak menjawab “Anak muda, di rumah saya , hanya ada istri saya yang sudah tua seperti saya, kami hanya memiliki kuali kecil yang bisa memasak ikan-ikan kecil, kalau saya membawa ikan besar, bagaimana saya bisa memasaknya, karena kualinya jauh lebih kecil daripada ukuran ikan ini” kata sang bapak dengan puas menjawabnya.

Apa yang dilakukan oleh seorang bapak tadi sering menggambarkan tentang diri kita sendiri. Masing-masing kita memiliki persepsi yang sudah terkotak-kotakkan seperti bapak tadi yang telah memiliki kuali kecil sehingga tidak bisa memasak ikan besar. Ada yang lupa dari sang bapak, bahwa meskipun kuali kecil tetap bisa memasak ikan dengan cara memotong-motongnya menjadi ikan kecil. Pikiran kita membuat batas-batas yang membuat kita tidak bisa melampauinya, kita lupa bahwa kitalah yang membuatnya. Seperti pak tua yang membuang ikan besar karena kualinya kecil. Kitapun sering membuang kesempatan dan peluang baik yang Tuhan berikan karena kita merasa tidak mampu dan belum merasa layak.

Potensi luhur yang dimiliki oleh manusia adalah pikiran itu sendiri. Seringnya kita membuat pagar (batas)an dalam pikiran kita membuat kita akhirnya terkotak-kotak oleh ketidakmampuan yang dibuat sendiri. Renungkanlah, berapa banyak kata negatif yang kita lontarkan sehari. Hampir tidak pernah kita renungkan, padahal setiap ucapan negatif yang kita lontarkan pada akhirnya memantul kepada diri kita sendiri.

Cermin hidup yang tak terlihat

“ Jangan biarkan keadaan mengontrolmu. Kamulah yang mengontrol keadaan.”

Jackie Chan, aktor laga asal Hong Kong”

Bayangkanlah di hadapan anda ada sebuah cermin besar yang selalu jujur terhadap apa yang anda lakukan. Cermin selalu memantulkan kebenaran yang utuh, kecuali jika cermin itu retak, maka kebenaranya pun akan pudar. Dalam training The7Awareness, yang mengajak semua orang untuk menjadi manusia di atas rata-rata menegaskan kepada kita bahwa di sekeliling kita ada sebuah cermin besar yang hidup namun tidak terlihat, ia selalu memantulkan apapun yang kita perbuat. Jika kita berkata negatif maka ia akan memantul kepada kita lebih banyak dari apa yang kita lakukan, sebaliknya jika kita berkata positif maka akan memantulkan kalimat positif lebih banyak dari apa yang kita bayangkan.

Kejujuran cermin adalah bacaan untuk kita. Semakin anda menjauh dari cermin hidup anda maka semakin samar anda akan melihat potret diri anda sendiri. Sebaliknya semakin dekat anda dengan cermin itu, maka semakin dekat juga anda akan melihat potret anda sendiri.

“Kehidupan selalu apa adanya, ia tidak pernah mengkhianati kita, tanpa sadar kitalah yang sering menghianati kehidupan kita sendiri”

perbarui pikiran anda dengan tanda +Jadi mereka yang senantiasa positif adalah orang-orang yang sangat beruntung dalam kehidupanya. Sebaliknya mereka yang negatif adalah orang yang merugi dalam kehidupanya. Dalam training The7Awareness anak kecil saja mendapatkan kata-kata negatif sehari lebih dari 460 kata negatif. Dan itu dikali setiap hari dikali setiap bulan dan tahun lalu usia kita hari ini. Dalam otak kita bisa jadi hanya dipenuhi oleh kata-kata dan kalimat negatif yang tiada akhir. Menurut sebuah penelitian mengatakan bahwa apa yang kita ucapkan tidak lebih dari 5 % dari apa yang kita simpan dalam otak kita. Dengan kata lain, kita bisa melihat seseorang positif atau negatif dari apa yang ia katakan.

Bahkan kata-kata negatif sering kali menjadi fitnah dan melahirkan permusuhan yang tidak ada alasan. Bahaya dari berkata negatif telah membuat kita semua sadar akan peradaban yang sering hancur oleh fitnah dan perasaan negatif antara satu dengan yang lainnya. Hal inipun digariskan oleh Al-Quran yang mengatakan :

“Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”

Jika setiap orang menyadari betul bahwa kita semua memiliki cermin hidup yang tak terlihat rasanya kita tidak pantas untuk menunjuk ke arah orang lain setiap ada kejadian baik teguran atau ujian yang Tuhan berikan. Namun kita harus menunjuk pertama sekali kepada diri kita sendiri. Masih ingatkah kita tentang sebuah filosofis telunjuk tangan, ketika kita menuding tangan kita kepada orang lain, maka 3 jari kita sebenarnya menunjuk kepada diri kita sendiri. Dan hanya ada satu jari yang menunjuk kepada orang lain.

Manusia Terjebak Dalam Perangkapnya Sendiri

“Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan.”

Lao Tzu (600–531 SM), filsuf asal China”

Perangkap-perangkap itu bermain dalam pikiran kita sendiri. Ia mengunci semua bakat dan kekuatan kita yang tak terbatas menjadi pribadi yang terbatas. Perangkap itu terbuat dari percikan pikiran dan kata-kata negatif yang setiap hari. Mengkotak-kotakkan kita sehingga akhirnya kita menyerah. Semua manusia tanpa sadar membuat kotaknya masing-masing sesuai dirinya sendiri. Adapun penyebab mengapa kita terkurung dalam kotak pikiran adalah sebagai berikut :

Sering berpikir buruk sangka (negatif) kepada orang lain dan juga kepada diri sendiri. Inilah yang menjadi faktor utama dari perangkap manusia tercipta. Itu semua memantul kepada anda sendiri. Energi itu terasa di antara anda, seperti angin yang tidak bisa terlihat akan tetapi bisa kita rasakan dalam kehidupan kita.

Berkumpul dengan banyak orang-orang negatif. Jika anda terlalu sering berkumpul dengan orang-orang negatif, maka lama kelamaan anda juga akan terbawa sebuah budaya seperti mereka. Meskipun pada awalnya tentunya tidak, namun berkalanya waktu semuanya berubah tentang anda. Seperti halnya anda memegang tali ikan di pasar ikan. Meskipun  anda telah membuangnya masih saja aroma amis ikan tersebut masih ada di tangan anda.

Memiliki “believe system” yang salah. Keyakinan yang sudah mendarah daging, hanya saja seringnya keyakinan ini kurang tepat namun tetap kita pertahankan. Seperti believe system kita yang biasanya belum merasa kenyang kalau belum makan nasi meskipun sudah makan banyak roti dan mie. Padahal antara mie dan nasi sama-sama memiliki karbohidrat.

Terbiasa menyerah ketika masalah datang. Dalam kenyataan hidup masalah kita bukan semakin hilang akan tetapi semakin besar dan lebih besar lagi, hanya ada dua tipe orang ketika masalah datang kepadanya. Pertama adalah memilih menyerah dan yang satu lagi memilih untuk bangkit dari kondisi tersebut. Yang manakah anda ketika masalah datang kepada anda.

tertawa lepasBerharap tidak ada masalah dalam hidup. Ini harapan yang hampir dipastikan tidak akan pernah terwujud. Selama anda masih hidup di dunia ini, maka anda tidak akan bisa melepaskan diri dari  masalah anda. Masalahnya adalah apakah anda berhasil menjadikan masalah sebagai lompatan tinggi dalam perubahan hidup anda.

Belajar kepada orang-orang yang kalah. Orang-orang yang kalah atau menyerah mereka akan lebih senang berbagi kepada kita tentang kekalahannya, Kesulitan dan tekanan yang terjadi. Mereka akan lebih senang ketika anda membeli kisah penyebab kekalahannya dibandingkan tentang sisi kemenangan yang sudah ia lewati.

sumber: Majalahtim.com

Membaca peluang bisnis ONLINE full dari rumah

Cari Uang Dengan Modal Kredibilitas

Jangan sampai Anda kayak kawan saya ya. Temen saya ini bener-bener kurang pandai bersyukur deh, masa dia katakan bahwa dia Tidak punya modal sama sekali untuk memulai usaha. Padahal sangat jelas dimata bahwa temen itu punya segala yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Temen saya itu punya segalanya kok. Dia punya waktu, tenaga, kreatifitas, semangat, dengkul, punya banyak temen juga, dia juga termasuk orang yang rajin dan tidak malas banget, buktinya tuh rajin komplain, hehe. Jadi sebenarnya yang dia (temen tersebut) masih kurang saat ini apa ya? UANG, ya, hanya yang ini, hehe. Baca ulang ya, ada modal temen, kepercayaan, relasi, semangat, tekad, gigih, tekun, dan sebagainya. Yang bentuknya uang kan hanyalah sebagian kecil saja. betul kan ?.

Kalau mau jujur sebenarnya kita semua sudah dibekali dengan banyak sekali modal. Masalahnya adalah mengapa kita mengatakan tidak? Nampaknya kita tidak ingat akan apa yang sesungguhnya sudah dikaruniakan untuk kita. Jelas sekali kalo menurut agama yang saya anut, Rejeki kita akan ditambah ketika kita selalu dan dengan disiplin bersyukur. Sepertinya yang baik kita kerjakan sejak kini adalah semakin banyak bersyukur deh, sehiTidak modal lain yang telah telah kita terima yang jumlahnya sangat banyak tadi pun pada akhirnya akan diikuti oleh modal uang juga. Bila kita gunakan modal-modal yang selain uang maka modal yang berbentuk uang pun akan jadi lebih mudah kita peroleh. Setuju ya rekans ?.

Coba kita tegaskan sekali lagi ya. Katakanlah bahwa uang memang tetaplah diperlukan sebagai modal untuk usaha, tetapi sangat jelas bahwa uang tidak berarti modal satu-satunya rekans. Yang kerap terjadi itu gini, seandainya saja kita dengan benar sudah mengoptimalkan modal yang bukan uang itu, katakanlah sejak dulu kita banyak sekali temen, kita juga dapat dipercaya, selain itu kita pun rajin sekali dalam arti yang luas, selain itu kita pun sering bersyukur, ditambah lagi kita juga termasuk orang yang dapat diandalkan kegigihannya, dan kita juga sanggup bekerja keras. Seandainya semua itu sudah kita lakukan dari dulu ya. Maka seharusnyalah, kalau hari ini kita sudah ada modal uang yang mencukupi. Kalau begitu yuk manfaatkan modal yang bukan uang tersebut sebaik mungkin, agar kita lebih mudah di masa depan nanti.

Setelah membaca sampai di sini semoga Anda sudah sangat mengerti ternyata Modal yang sudah ada pada Anda pun ada banyak. Kalo modal yang berbentuk uang saya rasa jika Anda secara sekama mengusahakannya maka Anda pun pasti ada. Kita optimalkan modal seperti semangat, kerja keras, modal berani, modal bisa mandiri, modal sering bertanya, dan sebagainya. Bisnis MLM selalunya modal uangnya tidak perlu besar namun demikian modal yang non uanglah yang perlu justru lebih besar. Mungkin Anda ingin mengoptimalkan modal non uang tersebut dalam bisnis. MLM yang luar biasa keren itu ada di sini: BisnisAbe.com

Jangan Terlalu Lama Menunda Untuk Mengambil Suatu Peluang

Kalau Ada peluang usaha yang melintas di depan kita, sabet saja segera, terutama kalo peluang tersebut sesuai alias cocok untuk kita kawan. Benar atau betul?. Ada sih tandanya kalo suatu peluang usaha itu pas buat kita misalnya kita senang dengan peluang usaha tersebut. Selain cocok dengan selera kita, tentu juga kita ada waktu untuk menjalankannya. Tanda kecocokan lainnya selain kita merasa cocok misalnya kita juga punya dana atau anggaran atau budget yang tersedia untuk menggarap peluang usaha tersebut.

Kalau kondisinya sudah seperti diatas maka saya rasa peluang usaha tersebut harus kita sabet segera. Kan tak perlu menunda hingga hari esok apa yang dapat kita kerjakan sekarang.

Of course dong, perlu juga untuk berorientasi hasil ya. Dengan berorientasi pada hasil yang dapat terus meningkat maka kita tidak akan diserang dengan cepat oleh rasa bosan. Bosan berusaha sering diakibatkan karena hasil yang tak kunjung membaik.

Semoga Anda lekas mendapatkan peluang bisnis yang bagus dan cocok dengan Anda.

Pada bagian akhir posting ini, Anda mungkin ingin sukses dalam bisnis produk herbal Indonesia satu ini: ABEMU

Amazing Sholawat Nabi: Kisah Keajaiban Sholawat

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Shalawat Nabi SAW dipercaya telah menjadi syafaat, rahmat, berkah, dan obat yang orisinil untuk menyelamatkan kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat.

Bahkan kerap kali shalawat ini memutarbalikkan sebuah fakta inderawi. Berikut beberapa buah kisah yang bertutur tentang keajaiban shalawat.

1. SEORANG SUFI DAN PENJAHAT …

Konon seorang sufi menceritakan pengalaman hidupnya tentang keajaiban dari shalawat Nabi SAW. Ia menuturkan bahwa ada seorang penjahat yang sangat melampaui batas yang kehidupannya hanya diisi dengan perbuatan-perbuatan maksiat.

Demikian tenggelamnya penjahat itu ke dalam lumpur kemaksiatan seperti kebiasaan mabuk-mabukan, ia tidak bisa lagi membedakan mana hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Sang sufi lalu menasehati sang penjahat agar ia tidak mengulangi lagi kedurhakaannya, dan segera bertobat pada Allah SWT. Namun demikian, penjahat tetaplah penjahat, nasehat sang sufi tidaklah digubrisnya. Ia tetap bersikeras untuk melakukan perbuatan-perbuatan bejatnya sampai sang ajal datang menjemputnya.

Sang penjahat, menurut sufi, benar-benar yang bernasib tidak baik karena ia tidak sempat mengubah haluan hidupnya yang hina dan bahkan tidak sempat bertobat. Secara logis, sang sufi mengatakan bahwa si penjahat akan dijebloskan Allah SWT ke dalam azab neraka.

Namun apa yang terjadi?

Pada suatu malam, sang sufi bermimpi, ia melihat sang penjahat menempati posisi yang amat tinggi dan mulia dengan memakai pakaian surga yang hijau yang merupakan pakaian kemuliaan dan kebesaran.

Sang sufi pun terheran-heran dan bertanya pada sang penjahat, “Apakah gerangan yang menyebabkanmu mendapatkan martabat setinggi ini?”

Sang penjahat menjawab, “Wahai sang sufi, ketika aku hadir di suatu majelis yang sedang melakukan dzikir, aku mendengarkan orang yang alim yang ada disitu berkata,

“Barangsiapa yang bershalawat atas Nabi Muhammad SAW niscaya menjadi wajib baginya mendapatkan surga.”

Kemudian sang alim itu mengangkatkan suaranya demi membacakan shalawat atas Nabi SAW dan aku pun beserta orang-orang yang hadir disekitarnya mengangkat suara untuk melakukan hal yang sama. Maka, pada saat itulah, aku dan kami semua diampuni dan dirahmati oleh Allah SWT Yang Maha Pemurah terhadap nikmatNya.

2. SEORANG MUSAFIR DAN AYAHNYA …

Dalam kisah lain, juga diriwayatkan tentang seorang musafir bersama ayahnya. Sang musafir mengisahkan bahwa di suatu ketika di suatu negeri, ayahnya meninggal dunia sehingga wajah dan sekujur tubuhnya menjadi hitam dan perutnya membusung.

Sang musafir lalu mengucapkan “La haula wala quwwata illa billahil aliyyil azhim (Tiada daya dan kekuatan kecuali Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Ayah sang musafir tersebut mati dalam kedukaan, dan hal ini diumpamakan dengan kelakuan sang ayah ketika ia masih hidup. Pada saat itulah sang musafir merasakan beban teramat berat menimpanya karena mendapatkan ayahnya mati dalam kondisi seperti itu.

Tetapi, ketika ia terlelap tertidur, ia bermimpi bahwa seorang laki-laki yang sangat tampan dan tubuhnya dipenuhi bulu halus datang kepada ayahnya dan menyapu wajah dan tubuh ayahnya tersebut dengan tangannya sehingga jasad sang ayah menjadi putih kembali, bahkan lebih bagus daripada bentuknya semula dan berseri-seri dengan cahaya.

Melihat perlakuan baik lelaki ini terhadap ayahnya sng musafir takjub dan kemudian bertanya, “Siapakah Anda, yang telah menyampaikan karunia Ilahi atas ayahku?” Laki-laki itu menjawab,

“Aku adalah Rasulullah. Ayahmu termasuk diantara orang-orang yang memperbanyak bershalawat atasku. Maka, tatkala ia berhasil melakukannya aku pun datang untuk membersihkannya.”

Kemudian sang musafir merasa sangat berbahagia. Ia melihat pancaran dan cahaya keputihan itu ada pada ayahnya.

Dia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT mengangungkan dan menanamkanNya didalam hatinya serta bershalawat kepada Nabi SAW.

3. UNTA MENJADI SAKSI BAGI ORANG YANG DIFITNAH …

Pada masa permulaan Islam, ada seorang muslim yang difitnah telah mencuri seekor unta. Pemfitnahnya mengajukan saksi-saksi palsu, yakni orang-orang munafik yang tidak segan untuk bersumpah palsu. Maka, orang yang seyogyanya tak bersalah itu diputus oleh hakim sebagai pencuri.

Menurut hukum Islam, seorang pencuri harus dihukum potong tangan.

Lalu, orang mukmin yang malang ini pun berdoa,

“Tuhanku, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Mereka telah memfitnahku. Aku tidak mencuri unta itu. Engkau Mahatahu, selamatkanlah aku dari kehinaan ini, karena aku telah bershalawat pada Nabi paling mulia. Engkau Mahakuasa, izinkanlah unta itu berbicara. Jadikanlah ia sebagai saksiku.”

Setelah berdoa demikian, dia mendesah keras, dan rahmat Allah SWT pun meliputi dirinya. Tak sulit bagi Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa untuk membuat unta tersebut dapat berbicara dengan bahasa manusia. Hewan ini berkata,

“ Ya, Rasulullah, aku milik orang beriman ini. Orang-orang itu adalah saksi palsu dan si pemfitnah telah membuat tuduhan palsu terhadap orang mukmin sejati ini.”

Lantas unta tersebut mendekati pemiliknya dengan sikap tunduk dan duduk didepannya.

Syahdan, terkuaklah kebohongan saksi-saksi palsu ini, mereka tak dapat berkutik dengan kesaksian unta itu dan merasa malu.

Seiring dengan itu, tumbuhlah cahaya iman dalam hati orang-orang yang turut menyaksikan peristiwa menakjubkan ini.

Nabi Muhammad SAW bertanaya, “Wahai orang mukmin, bagaimana engkau dapat memperoleh keajaiban itu?”

Orang mukmin tadi menjawab, Ya Rasulullah, saya selalu bershalawat kepadamu sepuluh kali sebelum tidur.”

Nabi yang adil dan suci bersabda, “Karena shalawatmu kepadaku, Allah SWT bukan hanya menyelamatkanmu dari hukuman potong tangan di dunia ini, tetapi juga akan menyelamatkanmu dari siksa neraka di akhirat.

Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali pada sore hari dan sepuluh kali pada pagi hari, Allah SWT akan membangkitkannya bersama para nabi kesayangan dan kepercayaanNya dan wali-wali yang patuh, dan Dia akan melimpahkan berkah kepadanya sebagaimana berkah kepada nabiNya.

4. SUFYAN ATS-TSAURI DAN KISAH ANAK SI TUKANG RIBA …

Sufyan ats-Tsauri menuturkan, “ Aku pergi haji. Manakala Tawaf di Ka’bah, aku melihat seoerang pemuda yang tak berdoa apapun selain hanya bershalawat kepada Nabi SAW. Baik ketika di Ka’bah, di Padang Arafah, di mudzdalifah dan Mina, atau ketika tawaf di Baytullah, doanya hanyalah shalawat kepada Baginda Nabi SAW.”

Saat kesempatan yang tepat datang, aku berkata kepadanya dengan hati-hati, “Sahabatku, ada doa khusus untuk setiap tempat. Jikalau engkau tidak mengetahuinya, perkenankanlah aku mengajarimu.”

Namun, dia berkata, “Aku tahu semuanya. Izinkan aku menceritakan apa yang terjadi padaku agar engkau mengerti tindakanku yang aneh ini.”

“Aku berasal dari Khurasan. Ketika para jamaah haji mulai berangkat meninggalkan daerah kami, ayahku dan aku mengikuti mereka untuk menunaikan kewajiban agama kami. Naik turun gunung, lembah, dan gurun. Kami akhirnya memasuki kota Kufah. Disana ayahku jatuh sakit, dan pada tengah malam dia meninggal dunia.

Dan aku mengkafani jenazahnya. Agar tidak mengganggu jemaah lain, aku duduk menangis dalam batin dan memasrahkan segala urusan pada Allah SWT. Sejenak kemudian, aku merasa ingin sekali menatap wajah ayahku, yang meninggalkanku seorang diri di daerah asing itu. Akan tetapi, kala aku membuka kafan penutup wajahnya, aku melihat kepala ayahku berubah jadi kepala keledai.

Terhenyak oleh pemandangan ini, aku tak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku tidak dapat menceritakan hal ini pada orang lain.

Sewaktu duduk merenung, aku seperti tertidur. Lalu, pintu tenda kami terbuka, dan tampaklah sesosok orang bercadar. Seraya membuka penutup wajahnya, dia berkata, “Alangkah tampak sedih engkau! Ada apakah gerangan?” Aku pun berkata, “Tuan, yang menimpaku memang bukan sukacita. Tapi, aku tak boleh meratap supaya orang lain tak bersedih.”

Lalu orang asing itu mendekati jenazah ayahku, membuka kain kafannya, dan mengusap wajahnya. Aku berdiri dan melihat wajah ayahku lebih berseri-seri ketimbang wajah tuanya.

Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Melihat keajaiban ini, aku mendekati orang itu dan bertanya, “Siapakah Anda, wahai kekasih kebaikan?”

Dia menjawab, “Aku Muhammad al Musthafa” (semoga Allah melimpahkan kemuliaan dan kedamaian kepada Rasul pilihanNya).

Mendengar perkataan ini, aku pun langsung berlutut di kakinya, menangis dan berkata, “Masya Allah, ada apa ini? Demi Allah, mohon engkau menjelaskannya ya Rasulullah.”

Kemudian dengan lembut beliau berkata, “ayahmu dulunya tukang riba. Baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Wajah mereka berubah menjadi wajah keledai, tetapi disini Allah Yang Mahaagung mengubah lagi wajah ayahmu. Ayahmu dulu mempunyai sifat dan kebiasaan yang baik.

Setiap malam sebelum tidur, dia melafalkan shalawat seratus kali untukku. Saat diberitahu perihal nasib ayahmu, aku segera memohon izin Allah untuk memberinya syafaat karena shalawatnya kepadaku. Setelah diizinkan, aku datang dan menyelamatkan ayahmu dengan syafaatku.”

Sufyan menuturkan, “Anak muda itu berkata, “Sejak saat itulah aku bersumpah untuk tidak berdoa selain shalawat kepada Rasulullah, sebab aku tahu hanya shalawatlah yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat.”

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Alaihumus Salam telah berkata kepadaku.

Jibril As. berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang membaca shalawat atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan kubimbing tangannya dan akan ku bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail As., “Mereka yang bershalawat atasmu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”

Dan Israfil As. berkata pula, “Mereka yang bershalawat kepadamu, maka aku akan bersujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah SWT mengampuni orang itu.”

Kemudian Malaikat Izrail As. pun berkata, ”Bagi mereka yang bershalawat atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi.”

Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Sementara para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang bershalawat atas Rasulullah SAW.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, semoga kita tidak akan melepaskan peluang untuk selalu bershalawat kepada pemimpin kita, cahaya dan pemberi syafaat kita, Nabi Muhammad SAW.

Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah SWT, Rasul, dan para MalaikatNya.

Semoga shalawat, salam, serta berkah senantiasa tercurah ke hadirat Nabi kita, Rasul kita, cahaya kita, dan imam kita, Muhammad al Musthafa SAW beserta seluruh keluarga, keturunan, dan sahabat-sahabat beliau, dan seluruh kaum mukmin yang senantiasa untuk melazimkan bershalawat kepada beliau. Aamiin.

……. Allaahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad. Allahumma shalli ‘alaihi wa sallim wa adzhib hazana qalbiy fin-dunya wal-aakhirah ………

# Disadur dari buku : Hikayat-Hikayat Spiritual Pencerahan Matahati “Nafas Cinta Ilahi”

Mengenal Soimah Pancawati yang Njawani

Sebagaimana anak yang lahir di desa pada umumnya, Soimah kecil mengalami perjalanan hidup yang tidak mudah. Berbagai rintangan hidup dilaluinya untuk sekedar bertahan terhadap himpitan ekonomi yang mendera bersama orang tuanya. Bersamaan dengan kokok ayam dini hari Soimah sudah bersiap mengantar es balok ke pasar tempat Ibunya jualan ikan segar. Lahir di Pati, Jawa Tengah 29 September 1980, Soimah mengawali pendidikan dasar dan menengah pertamanya di Pati Jawa Tengah.

Aktifitas menyanyi dan menari dilakukannya sejak kecil dengan keliling ke desa-desa. Menginjak usia remaja Ia diajak familinya pindah ke Yogyakarta dan sekolah di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI). Pendidikan terakhirnya di Institut Seni Yogyakarta, tapi tidak sampai tamat. Kecintaanya pada seni tradisi, menari, nyinden, ketoprak dan lain-lainnya berlanjut ketika dia bergabung dengan Komunitas Seni Yogyakarta, seperti komunitas Ketoprak dan Jogja Hip Hop Foundation.

Lahir sebagai perempuan Jawa, Soimah ingin tampil dan dikenal dengan citra yang Njawani. Ia menggunakan kebaya dalam setiap event atau acara dimana di show. Arus moderinsasi dan pop culture yang begitu kuat diusung media cetak maupun elektronik sekarang ini tidak mudah dilaluinya. Pernah dalam suatu acara musik dimana dia harus tampil bersama dengan penyanyi lain yang tampil seksi dan bohay. Dia tidak mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Teriakan “tutun-turun dan lemparan botol” pernah dialaminya. Tapi keyakinannya yang kuat akan bisa melalui tantangan dan diterimanya dia di hati masyarakat tidak menyurutkan dia untuk berganti haluan.

Dalam sebuah rubrik harian Kompas ada yang bertanya; mbak Soimah, saya melihat anda punya kepercayaan diri yang istimewa. Tetap percaya diri memakai nama Soimah Pancawati, tetap sebagai perempuan Jawa tulen, tetap dengan cengkok sinden yang khas. Apa rahasianya? Didikan orangtua kah? Atau Perjalanan hidup? Dengan enteng dia menjawab. Semua berjalan dengan sendirinya dan melalui proses yang sangat panjang, berliku dan berdarah-darah…hehehehe. Mungkin semua orang yang sukses berkarya dalam bidang apa pun, berproses panjang akan mempunyai rasa percaya diri yang kuat dan istimewa. Jadi, rasa percaya diri saya tumbuh dan bangkit karena terpaan pengalaman hidup yang cukup berat.

Konsistensi dan kepercayaan dirinya membuahkan hasil yang mengagumkan tidak hanya dirina pribadi tapi juga masyarakat Jawa pada umumnya. Pada tahun 2011 dia bersama Jogja Hip Hop Foundation diundang ke New York USA untuk manggung. Pada tahun 2012 mendapat undangan yang sama tapi tidak bisa karena terikat kontrak. Berbagai acara musik atau budaya  televisi swasta di Indonesia pernah menampilkannya. Tiap hari kita diajak ketawa dengan lelucon dan joke-jokenya di acara Show Imahtrans.

Melihat perkembangan musik modern sekarang ini menjangkau berbagai kalangan dan strata di masyarakat, Soimah ikut prihatin terhadap perkembangan musik tradisi. Sekolah dulu tempat belajar kesenian tradisi sudah berubah menjadi sekolah kejuruan. Dibeberapa tempat juga mengalami nasib yang sama, sekolah kesenian di tingkatan SMS menjadi sekolah kejuruan dengan berbagai pilihan jurusan. Menurutnya kita tidak perlu berkecil hati dengan bergaya khas daerah atau suku tertentu, sepanjang yakin dan konsisten pasti ada jalan.

Diambil dari berbagai sumber

9 Cara Mengelolah Waktu Anda Agar Tidak Sia-Sia

Waktu adalah pedang, Waktu adalah uang, Waktu adalah kesempatan. Ungkapan mengenai betapa pentingnya waktu sangat sering kita dengar, tapi tidak jarang hanya kita dengar sepintas lalu dan tidak berimbas apa-apa pada day to day kita. Lewat artikel ini mungkin kita bisa belajar kembali memenej waktu agar day to day kita lebih produktif dan bermanfaat bagi semuanya;

Inilah sembilan cara manajemen waktu yang perlu anda lakukan.

  1. Buat to-do-list. Buat daftar yang harus anda kerjakan. Urutkan sesuai prioritas yang harus anda kerjakan lebih dulu. Kerjakan satu per satu sampai selesai.
  2. Berdo’a. Gunakan sedikit waktu diawal sebelum memulai pekerjaan untuk berdo’a. Karena diyakini atau tidak penentu keberhasilan dari pekerjaan kita adalah Allah, kita hanya menjalankan sunnatullah.
  3. Patuhi deadline. Terkadang anda terlampau menyepelekan deadline. Awalnya santai-santai, tapi jelang deadline malah kelabakan. Karena itu tips manajemen waktu pertama adalah buat deadline untuk pekerjaan anda dan patuhi itu. Upayakan agar pekerjaan tersebut selesai tepat waktu. Sebab jika tidak, anda berarti butuh lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya. Artinya juga, lebih banyak tenaga dan biaya yang anda keluarkan; dan mungkin anda juga jadi kehilangan peluang lain.
  4. Kerapian. Kerapian baik di meja kerja maupun isi komputer akan membantu anda menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik. sebaliknya, ketidakrapian bisa membuat anda membutuhkan lebih banyak waktu. Misalkan saja, anda tengah membutuhkan sebuah arsip. Karena pengaturan yang tak baik, anda jadi butuh lebih banyak waktu untuk menemukannya.
  5. Tidak multi-tasking. Banyak orang suka melakukan multi-tasking. Padahal multitasking hanya membantu anda memulai semua tugas tersebut, tapi tidak menyelesaikannya. Bisa-bisa malah tak satupun pekerjaan yang selesai.
  6. Cek email, BBM dan sms terus-menerus. Kalau anda termasuk orang yang tiap beberapa menit mengecek email, BBM dan SMS sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. Terkecuali memang tugas anda sebagai customer support yang memang harus memastikan tiap email, BBM dan SMS direspon dengan cepat. Jika tidak, anda bisa cek email cukup di pagi, siang, dan sore hari. Chek BBM dan SMS dikala ada yang perlu saja.
  7. Hindari gangguan. Untuk mempercepat tugas anda selesai, sebisa mungkin hindari gangguan yang mungkin muncul. Cari tempat untuk bekerja yang tenang. Jika perlu, tutup pintunya. Dan jika ada telepon, tak perlu diangkat.
  8. Matikan Facebook. Facebookan bukan cara yang tepat untuk menemani anda dalam bekerja, karena anda akan larut dengan status teman anda atau broadcast dari group yang anda like.
  9. Istirahat. Jangan lupa untuk ambil break. Ini akan membantu untuk memulihkan tenaga dan fokus anda agar siap untuk kembali ACTION. Beri juga hadiah buat diri anda sendiri jika sukses menyelesaikan tugas-tugas anda tepat waktu.

Demikian sembilan cara mengelola waktu yang baik, tentunya bisa kita praktekkan bersama. Semoga bermanfaat.

Sebagian besar konten dari tulisan ini diambil dari jokosusilo.com

Ingin waktu anda dan pasangan semakin berkualitas, silakan jalan-jalan di sini

Harta Shodaqoh Tidak Terhenti

Alkisah……Ada seorang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bersedekah sembunyi-sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam setahun. Sesudah uang nya terkumpul, ia pergi keluar rumah pada malam hari. Dilihatnya ada seorang wanita tidur dijalanan. “Wah, ini orang susah,” begitu kira-kira ia berpikir. Dan, sambil menutup wajahnya, agar tidak diketahui, ia memberikan bungkusan uang itu dan lari, supaya tidak diketahui.

pada Pagi harinya di kampung itu ribut , ada seoranng pelacur mendapatkan bungkusan uang yang diberikan oleh orang tak dikenal.

Maka orang itupun berguman, “Subhanallah!! Salah beri, aku kira dia wanita susah, ternyata pelacur.”

“Ya Rabb, setahun kukumpulkan uang untuk dapat pahala sedekah yang sembunyi-sembunyi, ternyata uangku hanya untuk pelacur.

Tapi ia tidak putus asa, dikumpulkannya lagi sekian ribu dinar.

Kali ini ia tidak mau tertipu. Pada suatu malam, kembali ia beraksi. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang duduk diam disuatu tempat yang gelap. “Ini pasti orang yang susah,” gumannya. Dilemparkannya bungkusan uang sedekah itu, lalu ia bergegas lari.

Pada pagi harinya terdengan kabar gempar. Si laki-lakiyang dikenal sebagi pencuri mendapatkan sebungkus uang. Malam itu ia tengah menyusun strategi sendirian untuk mencuri. Nyatanya , belum sempat melakukan aksinya, malah ia mendapatkan uang dengan jumlah yang amat besar.

“Ya Rabb, dua tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi-sembunyi. Tahun lalu yang dapat seorang pelacur. Eh, tahun ini seorang pencuri.

Namun ia tetap tak putus asa. Ia kumpulkan lagi uang sedekah sampai setahun berikutnya. “Ya Rabb, ini yang terakhir. Kalau sedekah ini masih saja tidak tertuju kepada mustahiq. selesailah, Ya Rabb. Aku tidak mampu lagi.”

Pada waktu yang telah dipersiapkannya, kembali ia melaksanakan niat baiknya untuk ketiga kalinya. Malam itu ia melihat seorang orang tua tengah tertatih-tatih.

“Wah, ini orang yang pasti berhak atas sedekahku, malam malam begini orang tua ini jalan malam-malam dengan tongkat. Pasti dia orang susah,” katanya dalam hati.

Dilemparkan uang itu, seraya berkata”ini untukmu” Dan ia pun pergi dengan cepat sambil menutupi wajahnya.

Pagi harinya terjadi kegemparan lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya. orang tua renta yang dikenal paling kaya dan paling kikir dikampung itu mendapat uang”kaget” semalam.

Mendengar kabar itu, si pelaku sedekah sembunyi-sembunyi ini berkata “Ya Rabb, yang pertama pelacur, yang kedua pencuri dan yang ketiga orang tua paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb, apa arti perbuatanku ini?

Ia pun memilih diam, seraya mengiklhaskan apa yang telah dilakukannya.

Waktu berjalan, hingga sekian tahun kemudian. 20 tahun kemudian. Allah SWT membuka rahasia perbuatan orang tersebut, dengan tersampaikannya kabar kepadanya tentang dua orang bersaudara yang menjadi ulama besar. Murid keduanya mencapai puluhan ribu orang, dan si pelaku sedekah puluhan tahun yang lalu termasuk orang yang mengaji dengan ke dua ulama adik kakak itu. Ternyata, dua ulama bersaudara itu adalah anak seorang pelacur yang dulu diberi sedekah secara sembunyi-sembunyi itu.

Si perempuan ini melacur untuk menafkahi anaknya. Ketika mendapatkan sedekah kagetan itu, ia bertaubat dan menjadikan harta dadakan itu untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga menjadi alim dan menjadi ulama besar.

Air mata si pelaku sedekah pun mengalir. Ternyata yang diberikannya puluhan tahun yang lalu. Allah jadikan balasan yang berlipat ganda dengan lahirnya dua ulama shalih bersaudara yang diikuti oleh puluhan ribu orang yang belajar kepada keduanya. Inilah balasan keiklahsan seseorang.

Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat, yang diantar jenazahnya oleh ribuan orang. Siapa wali yang shalih itu? Ternyata waliyullah itu dulunya adalah pencuri yang mendapatkan sedekah sembunyi-sembunyinya.

Ketika hendak mencuri ia berdoa kepada Allah ” Ya Rabb, beri aku keluhuran. Kalau aku dapat rizqi malam ini aku akan taubat.” Tatkala ada yang melemparinya bungkusan uang itu, segeralah ia bertaubat sesuai dengan janjinya. Ia memperbaiki diri dari segala kesalahan yang diperbuatnya, beribadah dengan se tekun-tekunnya, beristiqamah dengan ucapan dan tindakannya, hingga Allah Ta’ala mengangkatnya menjadi orang yang shalih.

Si Fulan yang bersedekah itu amat terharu, dan ia berdoa. “Ya Rabb, tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orang tua yang paling kaya dan paling kikir dikampung kami ini ?”

Ternyata ia mendengar kabar, orang itu telah wafat. Semenjak kejadian sedekah kaget itu dan sebelum wafatnya, si kikir tua itu pindah ke kampung lain dan berwasiat untuk memberikan seluruh hartanya bagi baitul maal dan penyantunan para anak yatim. Itu dilakukan oleh si orang tua yang kikir setelah ia merasa malu dan merenung bahwa, kepada dia yang kaya dan kikir, masih ada yang menyedekahinya. Subhanallah.

Kawan, betapa dahsyatnya arti dari sedekah. Betapa hebatnya amal berbagi, Allah menjadikannya mata rantai keberkahan.

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [QS. An-Nahl : 97]…

diambil dari: Rumah Yatim Indonesia.org