Gelar Bursa Inovasi Desa 8 Kecamatan, Kadis DPMD Sedianya Akan Membuka

bursa inovasi desa malang

Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa klaster 4 yang terdiri dari delapan kecamatan (Turen, Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur dan Pagelaran) sedianya akan di buka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang Drs. Suwadji, MM. M.Si. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 10 Agustus 2019 pagi jam 08.00 sampai selesai sekitar jam 14.00. Dipilihnya  SMKN 2 Kelautan Kecamatan Turen sebagai tempat penyelanggaraan kegiatan BID ini tidak terlepas dari letak geografis Kecamatan Turen yang relatif ditengah dan mudah dijangkau dari tujuh kecamatan lainnya.

Inovasi di delapan kecamatan yang tergabung dalam klaster 4 ini terbilang cukup produktif, hampir semua kecamatan menghadirkan inovasi desa unggulannya satu sampai tiga inovasi. Inovasi desa yang ada terklasifikasikan dalam tiga bidang yaitu Bidang Infrastruktur, Bidang Sumberdaya Manusia dan Bidang Kewirausahaan. Bidang pengembangan sumberdaya manusia misalnya akan melahirkan inovasi seperti apa yang sudah dilakukan Desa Talangsuko Kecamatan Turen. Melalui karangtaruna Dharma Bakti lahir kader-kader desa tangguh yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan desanya.

Berikut ini adalah Inovasi-inovasi yang akan menjadi menu Bursa Inovasi Desa Klaster 4 disamping 65 inovasi lainnya yang ada di kabupaten Malang.

NOKECAMATAN JUDUL INOVASI
1Turen1.    Karangtaruna Dharma Bakti Desa Talangsuko “Wadah Pembentukan Kader-kader Tangguh dan Peduli Kemajuan Desa”
2.    Kampung Ikan Dusun Sananrejo, Desa Sananrejo
3.    Lapangan Sepakbola Desa Undaan “Sarana Efektif Menyemai Bibit Atlit Lokal Maupun Nasional”
2DampitUpaya Desa Pojok Malalui Bumdes; Unit Usaha Peternakan Ayam Petelur dalam Peningkatan Gizi Masyarakat dan Pendapatan Asli Desa
3TirtoyudoKAMPUNG KB “Konseling Remaja Sebagai Upaya Menekan Tingginya Tingkat Pernikahan Dini”
4AmpelgadingWisata Desa “Coban Srengenge” Desa Tirtomarto
5Bantur1.    Wisata Desa; Keindahan Terumbu Karang  Pantai Kondangmerak
2.    Konselor Sebaya
6GedanganWisata Desa; Pantai Ngudel
7Sumbermanjing Wetan1.    Kampung KB “Tirto Makmur” Desa Argotirto
2.    Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Sistem Peringatan Dini Banjir Desa Sitiarjo
3.    Membangun Ketahanan dalam Menghadapi Kekeringan dan Longsor Desa Sumberagung
8Pagelaran1.    Kampung KB Warna Warni Dusun Sukoarum
2.    Bengkel Mimpi Pertanian Hidroganik

13 inovasi unggulan desa-desa yang ada di delapan kecamatan tersebut diatas akan menjadi menu bursa dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa Klaster 4 disamping menu lokal 33 kecamatan lainnya di Kabupaten Malang serta beberapa menu nasional.

Arti Penting Bursa Inovasi Desa

Bursa Inovasi Desa memiliki peranan penting dalam memotivasi pemerintah desa untuk out of the box dalam memandang potensi desanya. Pemerintah desa juga tidak terjebak dalam rutinitas pemenuhan pembangunan infrastruktur jalan yang sepertinya tanpa berkesudahan. Dana Desa sebagaimana yang termaktub dalam Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019 BAB III Prioritas Penggunaan Dana Desa Pasal 7 ayat 1,2 dan 3 “Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai program-program yang meningkatkan perekonomian desa terutama warga miskin, menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan mendatangkan pendapatan asli desa”.

Pertukaran inisiatif, pengetahuan dan pengalaman yang dilakukan oleh suatu desa kini menemukan ruang untuk menjadi inspirasi desa lainnya. Melalui kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang merupakan rangkaian dari Program Inovasi Desa (PID) desa-desa dapat menularkan inovasi yang dilakukan desanya untuk di replika desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Malang.

Menurut penuturan Anwar, salah satu panitia BID; “Desa-desa yang hadir dianjurkan mengisi Kartu Komitmen sebagai bukti mereplikasi menu bursa yang tersedia. Tahapan selanjutnya pemerintah desa tentunya akan menuangkan komitmen replikasi menu bursa tersebut dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun berjalan atau tahun berikutnya yang tentunya disesuaikan dengan potensi desanya masing-masing. Tanpa ada komitmen ini tentunya BID hanya akan sebatas seremonial dan tidak menyentuh dari substansi Program Inovasi Desa”.